The Host · The Penelusur

Harry Pantja

Dari layar lebar ke lorong yang ditinggalkan.
20+ tahun di dunia yang lain.

Profile
Harry Pantja
PHOTO Harry Pantja, di lokasi.

Sosok

Penelusur yang
kembali membuka
cerita lama.

Perjalanan Harry Pantja di dunia mistis dimulai dari layar lebar. Film Jailangkung (2001) menjadi titik awal yang mengubah segalanya. Dari sana, puluhan film dan sinetron horror Indonesia menampilkan sosoknya.

Tapi ada yang berbeda. Setelah bertahun-tahun berakting di dunia horror, Harry memutuskan untuk masuk ke dunia horror yang sesungguhnya. Bukan lagi di depan kamera dengan naskah, tapi eksplorasi nyata ke tempat-tempat yang ditinggalkan.

YouTube menjadi platform baru. Video-video eksplorasi meledak. Jutaan orang menonton. Tapi tidak semua yang terjadi bisa ditayangkan. Ada momen-momen yang terlalu intens. Ada pengalaman yang hanya dialami oleh tim di lapangan.

Dari akting di film horror, saya belajar bahwa cerita yang paling menakutkan adalah yang nyata. Dan sekarang, saya siap membuka cerita-cerita itu.

— Harry Pantja

Perjalanan

Dua dekade
di ambang batas.

Dari layar lebar hingga lorong-lorong yang ditinggalkan.
Setiap era membawa cerita yang tidak pernah selesai.

2001

Jailangkung

Pintu pertama terbuka. Film yang mengubah segalanya. Dari sini, Harry Pantja tidak hanya berakting tentang dunia lain — dia mulai merasakannya.

Awal yang tidak disengaja.

2001 — 2010

Era Layar Kaca

Puluhan film horror. Ratusan episode sinetron mistis. Setiap syuting di lokasi angker, ada yang tertinggal. Ada yang mengikuti pulang.

Yang terlihat vs yang dialami.

2011 — 2016

Transisi

Berhenti berakting. Mulai mencari. Dari naskah ke realitas. Kamera masih menyala, tapi kali ini tidak ada sutradara yang berteriak "cut".

Ketika fiksi menjadi nyata.

2017 — 2021

Viral

YouTube meledak. Lawang Sewu. Rumah Kentang. Gedung Sate. Jutaan mata menonton. Tapi tidak semua yang terekam bisa ditayangkan.

Yang dilihat jutaan orang.

2022 — Sekarang

Lain Dunia

Arsip dibuka. Cerita yang tersimpan 20 tahun. Yang tidak pernah ditayangkan. Yang tidak boleh dilupakan. Ini bukan akhir. Ini pembukaan.

Yang tidak pernah diceritakan.

"Setiap tempat yang saya datangi, meninggalkan sesuatu.
Setiap cerita yang saya bawa, membawa sesuatu."

Filosofi

"Saya tidak mencari hantu.
Saya mencari cerita."

01

Respek

Setiap tempat memiliki sejarah. Setiap lokasi punya cerita. Kami datang dengan hormat, bukan untuk sensasi. Menghormati yang terlihat dan yang tidak terlihat.

02

Kejujuran

Tidak ada rekayasa. Tidak ada drama palsu. Yang Anda lihat adalah yang kami alami. Transparansi adalah kunci kepercayaan antara kami dan penonton.

03

Keberanian

Masuk ke tempat yang ditinggalkan. Mendengarkan cerita yang terlupakan. Membuka yang tertutup. Bukan karena tidak takut, tapi karena cerita harus didengar.